Pisahkan bantuan administratif dan keputusan klinis
AI dapat membantu merangkum percakapan, menyusun draft SOAP, mencari istilah ICD-10, mengekstrak identitas, atau menyarankan langkah operasional. Output tersebut tetap perlu diperiksa sebelum menjadi bagian dari rekam medis atau keputusan pelayanan.
Tuliskan dengan jelas kapan sistem menghasilkan draft, siapa yang menyetujui, dan versi akhir apa yang disimpan. Label seperti “dibuat dengan bantuan AI, diverifikasi oleh pengguna” lebih informatif daripada menyembunyikan asal konten.
Batasi data yang dikirim
Gunakan data minimum yang diperlukan untuk tugas. Jangan mengirim seluruh riwayat pasien apabila pertanyaan hanya membutuhkan satu encounter. Pisahkan knowledge base organisasi dari data pasien dan terapkan hak akses yang sama seperti modul RME.
- Hapus credential, token, dan rahasia sistem dari prompt.
- Batasi history percakapan sesuai tujuan dan masa retensi.
- Tandai pesan yang dikirim manusia dan yang dikirim agent.
- Simpan audit penggunaan tanpa menyalin payload klinis ke log umum.
- Hentikan respons otomatis ketika kontak diambil alih petugas.
Gunakan kebijakan sistem yang tidak dapat ditimpa workspace
Prompt organisasi boleh mengatur gaya bahasa, identitas agent, jam pelayanan, dan knowledge base. Namun aturan keselamatan, privasi, eskalasi, serta larangan tindakan berisiko harus berada pada lapisan yang tidak dapat diedit pengguna workspace.
Penggabungan seluruh instruksi menjadi satu teks panjang bukan batas otoritas yang kuat. Mesin agent sebaiknya menyusun kebijakan platform, konfigurasi organisasi, history, dan permintaan pengguna sebagai lapisan terpisah serta memvalidasi action sebelum dieksekusi.
Hindari respons berulang dan template tidak relevan
Agent perlu membaca percakapan kronologis dua arah, termasuk jawaban staf. Jika setiap pesan diproses tanpa konteks status, agent dapat mengulang sapaan, ucapan terima kasih, atau meneruskan percakapan yang sebenarnya sudah dijawab.
Ketika knowledge base tidak memberi jawaban aman, diam dapat lebih baik daripada mengirim template handoff yang sama berulang kali. Status handoff harus tersimpan per kontak dan dapat dikembalikan ke mode AI secara eksplisit.
Validasi action, bukan hanya teks
Action seperti membuat booking, mengubah jadwal, atau membaca data RME harus melewati service yang sama dengan UI. Agent tidak boleh menulis langsung ke tabel atau mengabaikan aturan konflik, rate limit, isolasi workspace, dan konfirmasi pasien.
Ukur kualitas secara nyata
Pantau tingkat koreksi draft, pertanyaan yang tidak terjawab, handoff, respons berulang, action gagal, dan waktu respons. Sampling percakapan harus menghapus atau meminimalkan identitas pasien. Perbaikan prompt dilakukan berdasarkan pola kegagalan, bukan hanya kesan subjektif.